Celoteh bisu
Kulihat kau hanya tertawa menyaksikan
lukis sesamamu berpecah berai. Kemanusiaan telah hilang dalam lukis senyummu. Cinta
dan benci kau lebur jadi satu
Dengar!!!
Ketika malam datang dan pagi
hendak menjemput. Aku tetap disini mencari.
Melawan arus.
Menghadapi pro dan kontra
dalam pikiran. Menjaring sesuatu yang hidup dalam ketidak mengertian
Aku heran dengan dinamika
yang terjadi dilingkungan bumi pertiwi. Sukar kutebak kesehatan akalnya. Ingin
kupecah masalah ini menjadi lempengan-lempengan. Menjadi partikel-partikel kecil. Lalu satu
persatu akan aku selesaikan. Mendapatkan makna dan maksud tersirat dibalik itu
semua.
Kalian bilang itu Cinta? Jawabku,
dugaan kalian mengenai kecamuk dalam keadaan jiwa terlalu sempit, terlalu
diduga-duga, atau bahkan aku lebih sepakat menyebutnya tiada, dari pada
mengambil nyata yang ternyata belum pernah benar-benar nyata
Kau bilang cinta Tuhan. Namun
apa yang kau buat? Aku curiga kau sebenarnya gerombolan pengkhianat. Musuh
negara yang terlaknat
Aliran mana yang kau ikuti?
Kau sudah yakin akan
mendapat surga dari Ilahi?
Kau bodoh!!!
Sejak kapan Tuhan memerintah
makhluk-Nya untuk berlaku kejam? Landasan teologis mana yang kau pakai? Referensi
darimana yang kau terapkan?
Kau bawa Agama untuk
kepentingan politik. Kau bersandiwara seolah kau sangat fanatik. Pencinta
pluralisme kau anggap kafir. Kafirmu sendiri tidak kau pikir. Keberagaman kau
abaykan. Binika Tunggal Ika kau lemahkan. Kau ambil alih ladang kekuasaan Tuhan.
Seolah kau paling tahu dan paling benar
Cepatlah sadar
Jangan membenarkan tindakan
tidak benar
Jangan batasi keyakinan
setiap orang
Kau tiada hak untuk melarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar