Jumat, 21 April 2017



Celoteh bisu

Kulihat kau hanya tertawa menyaksikan lukis sesamamu berpecah berai. Kemanusiaan telah hilang dalam lukis senyummu. Cinta dan benci kau lebur jadi satu
Dengar!!!
Ketika malam datang dan pagi hendak menjemput. Aku tetap disini mencari.
Melawan arus.
Menghadapi pro dan kontra dalam pikiran. Menjaring sesuatu yang hidup dalam ketidak mengertian
Aku heran dengan dinamika yang terjadi dilingkungan bumi pertiwi. Sukar kutebak kesehatan akalnya. Ingin kupecah masalah ini menjadi lempengan-lempengan. Menjadi partikel-partikel kecil. Lalu satu persatu akan aku selesaikan. Mendapatkan makna dan maksud tersirat dibalik itu semua.
Kalian bilang itu Cinta? Jawabku, dugaan kalian mengenai kecamuk dalam keadaan jiwa terlalu sempit, terlalu diduga-duga, atau bahkan aku lebih sepakat menyebutnya tiada, dari pada mengambil nyata yang ternyata belum pernah benar-benar nyata

Kau bilang cinta Tuhan. Namun apa yang kau buat? Aku curiga kau sebenarnya gerombolan pengkhianat. Musuh negara yang terlaknat
Aliran mana yang kau ikuti?
Kau sudah yakin akan mendapat surga dari Ilahi?
Kau bodoh!!!
Sejak kapan Tuhan memerintah makhluk-Nya untuk berlaku kejam? Landasan teologis mana yang kau pakai? Referensi darimana yang kau terapkan?
Kau bawa Agama untuk kepentingan politik. Kau bersandiwara seolah kau sangat fanatik. Pencinta pluralisme kau anggap kafir. Kafirmu sendiri tidak kau pikir. Keberagaman kau abaykan. Binika Tunggal Ika kau lemahkan. Kau ambil alih ladang kekuasaan Tuhan. Seolah kau paling tahu dan paling benar
Cepatlah sadar
Jangan membenarkan tindakan tidak benar
Jangan batasi keyakinan setiap orang
Kau tiada hak untuk melarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Celoteh bisu Kulihat kau hanya tertawa menyaksikan lukis sesamamu berpecah berai. Kemanusiaan telah hilang dalam lukis senyummu. Ci...